Ritual, Kesucian Rasa dan Akhlak

Image

 

Secara umum, konsep kesucian bagi masyarakat Buton, Sulawesi Tenggara menempati posisi penting untuk menjaga stabilitas dan persatuan dan kesatuan bangsa serta pelestarian lingkungan hidup. Keberadaan manusia di muka bumi semestinya tidak membuat kerusakan, mengganggu, atau mengotori alam beserta seluruh ekosistem yang ada di dalamnya. Di samping itu, manusia juga harus menjaga kesucian dirinya sendiri dari berbagai godaan iblis setan laknatullah, hawa nafsu yang tidak baik serta penyakit. Konsep kesucian diri ini terbagi atas dua kategori, yaitu bermakna penyucian lahir seperti pada kata “alam dunia”, dan bermakna penyucian batin seperti terlihat pada kalimat “hawa nafsu yang merusak”, dan lain sebagainya.

 

          Penyucian lahir meliputi perintah untuk tidak mengotori tanah, tidak mengotori api, tidak mengotori air, tidak mengotor udara, tidak melengketkannya pada kayu atau pohon, serta tidak mengotori apa-apa yang ada di alam mempunyai makna yang mendalam. Menurut orang Buton, empat unsur tanah, api, air, dan udara sebagaimana juga disebutkan dalam mantra atau niat penyucian diri di atas merupakan unsur-unsur yang membentuk diri manusia. Hal sebagaimana Niampe, (2007) mengatakan bahwa dalam paham sufisme Buton, terdapat kepercayaan bahwa manusia terdiri dari empat anasir, yaitu anasir tanah, api, air, dan angin.

 

          Artinya, bila larangan untuk merusak atau mengotori tanah, air, api dan angin yang disebutkan dalam teks istinja atau teks kangkilo itu juga ditujukan untuk tidak mengotori atau melukai perasaan atau hati manusia yang lainnya, yang unsur-unsurnya terdiri dari tanah, api, angin dan air. Manusia Buton harus menjaga kesuciannya dalam interaksinya sebagai individu dalam suatu komunitas atau kehidupan berbangsa.

 

          Kesucian dalam konteks ini berkaitan dengan lima filosofi kesucian rasa dan akhlak yang dalam prakteknya dikenal dengan istilah: Pobinci-binciki kuli (saling cubitmencubit kulit), Poangka-angkataka(saling utama-mengutamakan), Pomaamaasiaka (saling cinta-mencintai), Popia-piara (saling abdi-mengabdi), dan Pomae-maeka (saling takut-menakuti).

 

          Kesucian rasa dan akhlak pada ungkapan kearifan pobinci-binciki kuli (saling cubit-mencubit kulit) adalah kesucian yang didasarkan pada hukum rasa. Menurut hukum ini, semua makhluk bernyawa, utamanya manusia melihat bahwa pada bentangan hukum rasa itulah manusia membaca nilai kebenaran dan keadilan sejati. Tidak ada satu makhluk bernyawa pun yang dapat mendustakan wajah dan bahasa rasa diri mereka sendiri. Pada wajah dan tubuh rasa itulah terbacanya undang-undang hukum yang bersifat benar, mutlak, absolut, abadi, dan bersifat universal.

 

          Kesucian rasa dan akhlak pada falsafah poangka-angkataka (saling utama-mengutamakan) adalah hukum kesucian rasa dan akhlak yang didasarkan pada sebuah keyakinan untuk mengutamakan kepentingan orang banyak yang benar hukum-hukumnya sesuai hukum kemanusiaan di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya. Kesucian ini kemudian membentuk sifat pemurah, pemaaf, penyanyang, pengabdian dan pengorbanan suci. Kesucian rasa dan akhlak pada falsafah pomaa-maasiaka (saling cinta-mencintai) adalah kesucian yang didasarkan pada hukum kesucian cinta kasih. Bentuk hukum ini akan terlihat misalnya, jika seseorang mencintai mobilnya yang baru, kalau catnya yang mengkilat itu digores orang, maka tergores pulalah wajah dan tubuh rasa hatinya yang ada dalam dadanya. Konsepsi ini dalam dunia Islam dikenal dengan istilah “tidak beriman seseorang diantara kamu sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim). Kesucian rasa dan akhlak yang didasarkan pada falsafah pomaa-maasiaka akan membentuk pribadi-pribadi yang berkeinginan kuat untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan.

 

          Kesucian rasa dan akhlak pada falsafah popia-piara (saling abdi-mengabdi) adalah kesucian yang didasarkan pada upaya untuk mewujukan kesucian rasa dan akhlak. Dalam konteks ini, popia-piaradiarahkan memunculkan semangat pengorbanan, baik pada kepentingan duniawi maupun pada kepentingan ukhrawi. Di dunia, konsepsi ini digunakan untuk mewujudkan keadilan, cinta (persatuan dan kesatuan), kebaikan, dan kebenaran dengan memerangi syirik, kesombongan, kedengkian, kemunafikan dan kekikiran, riya, keji, kemungkaran dan kedzaliman.

 

          Kesucian rasa dan akhlak pada falsafah pomae-maeka (saling takut-menakuti) adalah kesucian yang didasarkan pada sebuah keyakinan untuk takut mengerjakan pelanggaran dan semua larangan Allah dan Rasul-Nya. Dalam konteks ini, termasuk manusia Buton takut berbuat syirik, melakukan kesombongan, kedengkian, takabur, ujub, riya, keji dan mungkar, kekikiran, kemunafikan, dan kedzaliman.

 

          Lima falsafah dasar kesucian humanis, sebagaimana disebutkan di atas tidak hanya diarahkan untuk manusia, akan tetapi diarahkan pula kepada seluruh makhluk Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Makhluk Tuhan yang dimaksud meliputi seluruh bangsa tumbuh-tumbuhan dan binatang atau hewan, maupun kepada bangsa Jin atau makhluk gaib. Dalam paham ini diyakini bahwa semua makhluk bernyawa itu (tumbuhan, hewan, dan bangsa Jin) memiliki hukum rasa. Semua yang memiliki rasa bila ada perlakukan yang tidak sesuai dengan hukum-hukum rasa maka rasa pada makhluk apapun juga akan merasakannya sesuai dengan perlakuan atau tindakan yang mengenainya.

          Sebelum membahas lebih jauh, saya bahas tentang Pengertian Pandangan Hidup terlebih dahulu. Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.

          Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.Sumber : elearning.gunadarma.ac.id/…/bab8-manusia_dan_pandangan_hidup

Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara.
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

          Pandangan Hidup setiap manusia pasti berbeda-beda, tergantung bagaimana pola berfikir setiap individu itu sendiri. Pandangan hidup dapat menentukan jalan hidup seseorang. Apakah ia akan menjadi orang yang sukses atau biasa-biasa saja?. Seseorang dapat menjadi sukses atau biasa-biasa saja dapat ditentukan dengan pandangan hidupnya.

          Pandangan hidup seperti apa yang dapat menjadikan seseorang sukses?. Suatu pandangan hidup yang berpandangan bahwa hidup ini hanya sekali dan ajal tiada satu  pun yang mengetahuinya. Maka dari pada itu ia memanfaatkan sebaik mungkin waktu-waktu yang dimilikinya, sebulum ajal datang menjemputnya.

Akan tetapi tidak cukup hanya itu saja, diperlukan juga hal-hal berikut :

1.  Menghayati

          Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandanganhidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat danbenar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri.

          Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya,yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itusendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam rangka menghayati ini, menganalisahal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggaplebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

2. Meyakini

          Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.s

3. Mengabdi

          Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaalnya. Sedangkan perwujudan manfaatmengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan manfaat itu sendiri bisa terwujuddi masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat.

4. Mengamankan

          Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.

         

 

          Manusia adalah bagian dari pandangan hidup. Tidak ada seorang pun manusia yang tidak memiliki pandangan hidup. Apapun yang di katakan manusia adalah sebuah pandangan hidup karena di pengaruhi oleh pola pikir tertentu.Pandangan hidup bersifat elastis, tergantung kepada situasi dan kondisi serta di pengaruhi juga oleh lingkungan hidup dimana manusia berada

 

George Washington Carver, “Where there is no vision, there is no hope.”

 

          “Jangan sampai kamu buat keputusan yang prematur hanya karena sebuah prinsip yang kamu pegang kuat-kuat. Padahal sebenernya kamu bisa kompromi sama prinsip yang kamu pegang dengan sedikit mengendurkan peganganmu.

 

          Pandangan hidup sendiri adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup itu adalah sebuah jalur yang dibuat untuk menentukan arah kehidupan seseorang, Pandangan hidup itu ibarat wadah dan Manusia adalah ibarat air yang mengikuti bagaimana bentuk wadah. tapi sekali lagi Manusia adalah penentu ingin menempati wadah seperti apa.

          Pandangan hidup atau mungkin beberapa orang menyebutnya sebagai Prinsip hidup, menurut saya adalah ibarat sketsa untuk mengambar, tiang untuk mendirikan bangunan, dan draft postingan blog yang siap untuk dipublish. Pandangan hidup adalah dasar tentang proses menjalani kehidupan

 

“If you limit your choices only to what seems possible or reasonable, you disconnect yourself from what you truly want, and all that is left is a compromise.”
Robert Fritz

 

          Dikarenakan banyak anggapan bahwa pandangan hidup adalah faktor utama dan terbesar dalam pembentukan jati diri manusia, muncul anggapan bahwa pandangan hidup adalah satu-satunya jalan untuk sukses, muncullah pemahaman yang salah seperti terjadinya manusia yang idealisme dan fanatisme. manusia yang konservatif… padahal pandangan hidup hanyalah pondasi, arah pergerakan tetap tergantung pada individu. pandangan hidup itu bersifat elastis dan fleksibel.

          Pandangan hidup bukanlah tentang menjadikan manusia yang telah diciptakan nyaris sempurna dengan akal pikiran menjadi organisme hidup berbasis komputer yang berjalan hanya sebuah program, Manusia adalah makhluk yang belajar ( Mengenal, Mengerti, Menghayati, dan Meyakini). Manusia adalah makhluk yang disiapkan untuk hidup yang penuh spontanitas. bukan sekadar hanya berjalan dijalan lurus.

 

I will never know
Myself until I do this on my own
Linkin Park – Somewhere I belong

 

          Pandangan hidup yang seharusnya dimiliki oleh seseorang adalah pandangan hidup yang membuat dalam bertingkah laku tidak sembarang bertingkah laku, yang menimbulkan rasa semangat, disiplin, dan sabar dalam menghadapi ujian-ujian dalam kehidupan. Yang membantu menentukan arah baik dan buruk, halal dan haram secara tepat.

          Pandangan hidup adalah sesuatu hal yang membuat kita paham akan siapa diri kita sebenarnya … Menurut Carl Jung,”Your vision will become clear only when you can look into your own heart.”

 

Living a life without limits is the highest state of- Lieh Tzu

 

Seize the day or die regretting the time you lost …
I see my vision burn, I feel my memories fade with time
But I’m too young to worry
A7X-Seize The Day

 

          Pada akhirnya, kita mempunyai pandangan masing – masing terhadap kehidupan manusia. Yang terpenting ialah bagaimana caranya kita berpandangan bahwa dalam menjalani hidup harus saling memahami, mengerti, menghormati dan menghargai apa yang menjadi pandangan hidup orang lain.

 

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s